{BayanNafi}

بسم الله الرحمن الرحيم



Bab ini suatu pasal pada menyatakan suatu risalah penyempurna pada menyatakan jalan sekalian Arif billah mengenal Haq Allah Ta’ala.

Adapun ahdiah dan wahdah dan wahdiah dan Alam Arwah Alam Misal Alam Ajsam dan Alam Insan. 
Adapun Ahdiah itu zat Allah Ta’ala martabatnya Lata’yun dan Wahdah itu sifat Allah ta’ala martabatnya ta’yun awal dan Wahdiah itu asma’ Allah Ta’ala martabatnya Ta’yan tsani, dan Alam Arwah Alam Misal Alam ajsam dan Alam insan itu Af’al Allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itulah sebenar benarnya insan dan insan itulah manusia dan sebenar benarnya manusia itulah Allah dan sebenar benarnya Allah itulah sifat Allah dan sebenar benarnya sifat Allah itulah zat Allah dan sebenar benarnya zat Allah itulah wujud Allah dan sebenar benarnya wujud Allah itulah Af’al Allah Ta’ala dan sebenar benarnya Af’al Allah Ta’ala itu inilah adanya, jangan syak dan sangka. 
Jangan syak lagi kita insan ini, kita inilah sebenar benarnya manusia dan kita inilah sebenar benarnya Allah Ta’ala dan inilah sifat Allah Ta’ala kita inilah zat Allah Ta’ala ........Jangan syak.
Kita inilah yang bernama anak panah emas, ulunya ma’nikam batangnya zamrud talinya perak, Jangan sangka dan kita inilah Allah dan kita inilah zat Allah dan kita inilah Ganah zat Allah Ta’ala, janganlah syak dan daripada sekalian Asma’ yang tersebut itu maka sampailah ganah kepada zat Allah Ta’ala .... janganlah syak dan kita inilah zat sendirinya dan kita inilah wujud Allah Ta’ala dan kita zat Allah Ta’ala dan kita inilah Af’al allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itu Hakikat Allah dan Wahdiah itu Hakikat Muhammad dan Wahdiah itu Hakikat Insan.
Adapun Ahdiah martabat Lata’yun dan Wahdah martabatnya ta’yun Awal dan Ahdia martabatnya Ta’yun tsani dan kita inilah yang bernama Muhammad dan Muhammad inilah bayang bayang Haq Ta’ala, karena Ruhulquddus itulah sebenar benarnya Muhammad dan Ruhul quddus inilah yang sebenar benarnya Haq Ta’ala, Ruhulquddus inilah tubuh Haq Ta’ala dan Haq Ta’ala inilah sebenar benarnya Muhammad Rasulullah karna ilmu Haq Allah Ta’ala dan yang berkata inilah Muhammad Rasulullah ... jangan syak dan sangka, barang siapa syak menjadi kafir na’udzubillahminha maka keluarlah ia daripada umat Muhammad dan inilah sebenar benarnya Muhammad, apabila sudah i’tiqad demikian maka kita haramlah merasai mati, inilah yang sudah kiamat akhir dan haramlah kepada kita siksa dan haramlah kepada neraka... jangan syak, inilah ma’rifat yang sudah dan kita inilah i’tiqad yang sempurna dan i’tiqad segala ahli sufi dan arifbillah dan kita inilah rahasia yang sebenar benarnya tiada lain daripada ingat Allah dalam Allah, janganlah lagi syak.

Inilah ilmu rahasia Hak Subhanahuata’ala yang diturunkan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yang ditunjuk Allah. Dan kita inilah. 

Janganlah dikatakan sana sini melainkan gurunya dengan murid maka dapat dikatakan ia janganlah sangka kita inilah yang bernama insan kamil dan kita inilah yang menanggung rahasia Allah Ta’ala, maka sekalian ini kita belaka jibril, mikail, irrofil, izrail itupun kita belaka, Iman Islam kita belaka dan Sir cita cita Rasa, ‘isyiq, asyiq, masyuq pun kita belaka dan wadi madi mani ma’nikam suatu juga, tanah api air angin pun kita belaka dan syari’at thariqad hakikat ma’rifat pun kita belaka, awal akhir zahir bathin pun kita belaka, dunia akhirat syurga neraka pun kita belaka, wujud ‘ilmu Nur dan /syuhud suatu juga, alam arwah alam misal alam ajsam dan alam insan suatu juga kepada nubut insan kamil mukamil menzahirkan Allah dan nama Muhammad lagi pula tersurat nama Allah dan Muhammad kepada tubuh insan lagi pula ghoib Allah kepada Muhammad, Muhammad ghoib kepada Allah karna Allah dan Muhammad itu tiada bercerai barang suatupun.
Dan lagi pula nyawa tumbuh tumbuhan dan segala binatang itu tubuh kepada perempuan dan nyawa perempuan itu tubuh kepada kita dan nyawa kita itu berubah lima kali pada sehari semalam, pertama waktu subuh kepada ujung sulbi duduknya, dan waktu dzuhur itu kepada antara pusat dengan tulang belakang duduknya dan waktu ‘ashar itu kepada tengkuk duduknya dan waktu maghrib itu kepada antara kedua kening duduknya dan i’sya kepada ubun ubun duduknya sampai sembahyang witir itu kepada fuat duduknya Wallahi demi Allah Rasulullah, janganlah syak lagi.

[RISALAH KUNO ALIF TUA}]

بسم الله الرحمن الرحيم

RISALAH KUNO ALIF TUA
-------------------------------------------
MUKADIMAH
----------------------
1) Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi fii kulli hiinin, wa awqaat, wash sholaatu 'ala rosuulihi asyrofil kholqi wal bariyyaati
----------------------------------------
2) Bismillahirrohmanirrohim : disunahkan membaca basmalah disaat hendak mengerjakan semua pekerjaan yang tidak dipandang hina. Jika lupa membacanya pada permulaan pekerjaan, maka boleh membaca di tengah-tengahnya dengan bacaan : Bismillahi awwalahu wa akhirohu
----------------------------------------
3) Alhamdulillahi fii kulli hiinin : segala puji bagi Allah di setiap waktu, yakni segala waktu, baik yang berjangka pendek maupun panjang.
----------------------------------------
4) Wa awqaat : dan di setiap masa, yakni masa yang terbatas lamanya.
----------------------------------------
5) Wash sholaatu 'ala rosuulihi : salawat atau rahmat, yakni belas kasihan, baik dari Allah maupun selain-Nya, tercurahkan kepada Rosul-Nya saw yang diutus untuk semua mahluk.
----------------------------------------
6) Asyrofil kholqi : mahluk yang paling mulia, yang dimaksud mahluk adalah semua yang diciptakan oleh Allah berdasarkan kehendak-Nya dan dituntut oleh hikmah-Nya.
----------------------------------------
7) Wal bariyyaati : dan semua hamba ciptaan Allah lainnya, yakni semua mahluk secara mutlak atau yang ada di bumi. Pada garis besarnya baginda kita, Nabi Muhammad saw adalah mahluk Allah yang paling utama secara mutlak.
----------------------------------------
8) Bermula syariat tariqat hakikat dan makrifat itu terlalu mulia, Itulah pakaian Wali Ambiyya, Barangsiapa dapat asalnya, Bolehlah membawa badan serta nyawa
----------------------------------------
9) ALASTUBIRABBIKUM : Katakanlah bahwa Aku ini adalah tuhan mu
----------------------------------------
10) KALUBALA : Benar engkau itu adalah tuhanku
----------------------------------------
11) SHAHIDNA : Menyaksikan
----------------------------------------
12) Kalaulah benar engkau menjadi saksi
Dimanakah bukti hendak diteliti
Sungguhpun engkau bercerita jalan mati
Manakah mungkin hidup akan kembali
Engkau pahamilah dengan teliti
Kelak dapat membuka yang tersembunyi
----------------------------------------
13) Adapun mengenal diri itu dimulai dari mengetahui asalnya diri. Asalnya diri itu ialah dari anasarnya Api, Angin, Air, Tanah, maka turunlah Tanah itu menjadi Tubuh, Angin itu menjadi Nafas, Air itu menjadi Darah, Api itu menjadi Rasa
----------------------------------------
14) Adapun kejadiannya TANAH itu bernama BARBA, menjadi Syari’at. Adapun kejadiannya ANGIN itu bernama ABDU ISAMAS, menjadi Tharikat. Adapun kejadiannya AIR itu bernama SABANTAHURAN, menjadi Hakikat, Adapun kejadiannya API itu bernama NUR KADIM, menjadi Ma’rifat
----------------------------------------
15) Syariat itu umpama Kaki, Tarikat itu umpama Tangan, Hakikat itu umpama Tubuh, Ma’rifat itu umpama Kepala
----------------------------------------
16) Adapun Diri Terdiri itu Rahasia namanya, Diri Tajalli itu Roh namanya, Diri Terperi itu Hati namanya, Diri Diperikan itu Tubuh namanya
----------------------------------------
17) Syari’at itu adalah Manusia yang Pertama, Tarikat itu adalah Hakikat yang Muncul, Hakikat itu adalah Asma Allah, Ma’rifat itu adalah Aku semata
----------------------------------------
18) Yang bernama ASYHADU itu adalah Lidah, ALLA itu adalah Badan, ILLAHA itu adalah Hati, ILLALLAH itu adalah Roh, dan HUWA itu adalah Rahasia (titik nuktah)
----------------------------------------
19) Maka tatkala bermula kisah TITIK NUKTAH itu ialah dari Otak bapak, maka dalam Otak itu ada Lemak, Dalam Lemak ada Minyak, Dalam Minyak ada Nur, Dalam Nur ada Nur Akal, Dalam Nur Akal ada Hizabbannur, Dalam Hizabbannur ada Hidayamul Amanah
----------------------------------------
20) Lalu turun menjadi titik NUKTAH, turun ke Tulang Belakang turun ke Watsulbi Muntarait turun ke Tulang Dada turun lagi ke Pusat terus ke Kalam, maka berpindahlah titik NUKTAH itu kedalam Rahim Ibu 9 Bulan + 9 hari atau 7 Bulan + 7 hari
----------------------------------------
21) Tatkala 1 hari HU namanya, 3 hari ALLAH namanya,7 hari INNALLAH namanya (hanya Allah), 4 bulan + 4 hari TURABBUNNUR namanya (Tanah Nur), tatkala7 bulan + 7 hari SUBHANALLAH namanya (Maha Suci Allah), 8 bulan + 8 hari ALHAMDULILLAH namanya (Puji Bagi Allah), 9 bulan + 9 hari INNA ANNA AMANNA namanya (Sesungguhnya Aku beriman atau Pembawa Amanah Allah)
----------------------------------------
22) Lalu terbitlah Ujud yang artinya Ada, Mustahil Tiada, Mana yang Mustahil tiada itu, yang mustahil tiada itu adalah prasangkamu saja sebab tidak memahami Aku
----------------------------------------
23) Jadi yang sebenar-benarnya Ujud itu ialah Ada, yang sebenar-benarnya Ada itu adalah Diri, Diri itu ialah Nyawa atau Roh, Nyawa atau Roh itu adalah Muhammad, Muhammad itu adalah Allah, Allah itu adalah segala Sifat Allah, segala Sifat Allah Ta’ala itu adalah Dzatullahita’ala
----------------------------------------
24) Adapun Sifat Allah Ta’ala itu adalah wujud Allah Ta’ala yang mempunyai Wujud dan hakikat daripada segala yang ada, besar maupun kecil
----------------------------------------
25) Bagaimanapun juga pada pandangan lahir maupun bathin adalah sebenar-benarnya termasuk satu sifat yang sempurna, tidak bertulang, berdaging, berdarah, atau berkulit, jadi yang berbagai sifat dan warna adalah hanya satu, menurut yakin Ma’rifat
----------------------------------------
26) Adapun yang bernama Wujud Hakiki itu yaitu Dzatullahita’ala dan Wujud Hakiki itu mustahil pada pandangan awam, Wujud majazi itu tidak ada pada pandangan wujud hakiki
----------------------------------------
27) Wujud ‘Am (umum) itu meliputi pada alam, dan nyata pada Dzatullah, Adapun yang sebenar-benarnya dzatullah itu yaitu Allah, Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu yaitu Muhammad, Adapun sebenar-benarnya Muhammad itu yaitu Manusia, maka itulah sebabnya manusia dilebihkan Allah Ta’ala dari pada semesta sekalian alam ini, karena asalnya kejadian sekalian itu daripada Muhammad
----------------------------------------
28) Maka dari itulah titik NUKTAH adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut Sulbi dan Taraib, jadi NUKTAH itu awal mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam sehingga para Ulama terdahulu berpendapat yaitu :
----------------------------------------
29) Nuktah adalah salah satunya Zat Penjelmaan dari dua macam zat (sulbi dan taraib), Dengan adanya KUDRATULLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak dan yang menjadi IRADATULLAHI yaitu berasal dari ibu
----------------------------------------
30) Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudratnya kaum bapak, karena kaum ibu ini hanyalah iradat maka ulama mengistilahkan Surga itu di Atas Telapak Kaki Ibu, untuk lebih jelasnya saya terangkan bagian-bagian dari maksud yang diatas :
----------------------------------------
31) Bagian bapak itu WADI, MADI, MANI, MUTU Atau disebut SULBI, dan bagian ibu itu TANAH, ANGIN, AIR, API atau disebut TARAIB, bagian Allah itu ROH IDHAFI, ROH ROHANI, ROH RAHMANI, ROH JASMANI, bagian DARI GUDANG RAHASIA itu disebut "MUTU MANIKAM"
----------------------------------------
32) Asalnya Api itu yaitu NAPAS Hurufnya Alif Kalimatnya LA, dan asalnya Angin itu yaitu TANAPAS Hurufnya Lam Awal Kalimatnya ILLAHA, asalnya Air itu yaitu ANPAS Hurufnya Lam Akhir Kalimatnya ILLA, serta asalnya Tanah itu yaitu NUPUS Hurufnya Ha Kalimatnya ALLAH
----------------------------------------
33) Wadi Ma'anni kalimatnya LAA ILAHA, Madi Ma'annawiyah kalimatnya ILALLAH, Mani Sulbi kalimatnya ALLAH, serta Mutu Salbiyah kalimatnya HU
----------------------------------------
34) Ruh Jasmani Kalimatnya (YAHU), Ruh Rahmani Kalimatnya (IYAHU), Ruh Rohani Kalimatnya (YAMANIHU), Ruh Idhafi Kalimatnya (YAMAN LAYISALAHU), serta Mutu Manikam Kalimatnya (MA'DAHU)
----------------------------------------
35) Tujuh Petala Bumi dijadikan 7 (tujuh) Tingkatan Martabat yaitu :
----------------------------------------
36) 1. Sifat Amarah
2. Sifat Lawwamah
3. Sifat Mulhimah
4. Sifat Mutmainah
5. Sifat Radhiyah
6. Sifat Mardhiyah
7. sifat Ubudiyah
----------------------------------------
37) Tujuh Petala Langit yang dimaksud dengan Martabat 7 (Tujuh) yaitu :
----------------------------------------
38) 1. Lathifatul Qolbi
2. Lathifatul Ruuhi
3. Lathifatul Sirri
4. Lathifatul Ahfa
5. Lathifatul Hafi
6. Lathifatul Nafsu Natika
7. Lathifatul Kulu Jasad
----------------------------------------
39) Jikalau tingkatan semacam ini yang kita ambil Hakikatnya pada Alam kecil yang tersembunyi (terahasia) dalam diri kita, maka ulama menamakan sebagai berikut :
----------------------------------------
40) 1. HAYATUN JASADI BIN-NAFASI
2. HAYATUN NAFASI BIR-RUHI
3. HAYATUN RUHI BIS-SIRRI
4. HAYATUN SIRRI BIL IMANI
5. HAYATUN IMANI BINNURI
6. HAYATUN NURI BIL QUDRATI
7. HAYATUN QUDRATI BI MU'ALAMULLAHI TA'ALA DZATULLAH
----------------------------------------
41) Artinya adalah sebagai berikut :
----------------------------------------
42) Asalnya Jasad dari Nafas, Asalnya Nafas dari Ruh, Asalnya Ruh dari dalam Rahasia, Asalnya Rahasia dari dalam Iman, Asalnya Iman dari Nur atau Cahaya, Asalnya Nur atau Cahaya dari Qudrat, serta Asalnya Qudrat dari ke-Baqa'an ALLAH
----------------------------------------
43) Kalimatnya jadi seperti ini :
----------------------------------------
44) Hayatun jasadi hurufnya ALIF kalimatnya LA, Hayatun Nafasi hurufnya LAM AWAL kalimatnya ILAHA, Hayatun Ruuhi hurufnya LAM AKHIR kalimatnya ILLA, serta Hayatun Sirri hurufnya HA kalimatnmya ALLAH
----------------------------------------
45) Hayatun Imani hurufnya Alif (Allah) kalimatnya YAHU, Hayatun Nuri hurufnya Lam (Jibril) kalimatnya IYAHU, serta Hayatun Qudrati hurufnya Mim (Muhammad) kalimatnya IYAHU YAMANIHU
----------------------------------------
46) Dengan demikian apabila kesemuanya ini dilebur kedalam ke-Baqa'an DZAT ALLAH, maka ulama menamakannya sebagai berikut :
----------------------------------------
47) WATUJIBUL jASADI FI FASARAL QOLBI, WATUJIBUL QOLBI FI FASARAL RUHI, WATUJIBUL RUHI FI FASARAL SIRRI, WATUJIBUL SIRRI FI FASARAL IMAN, WATUJIBUL IMAN FI FASARAL NURI, WATUJIBUL NURI FI FASARAL QUDRATI, WATUJIBUL QUDRATI FI FASARAL DZATI FIL DZATI
----------------------------------------
48) Kalau diri manusia itu masih merupakan satu titik Roh Nabati namanya, Kalau ia segumpal darah Roh Jamadi namanya, Kalau ia segumpal daging Roh Wajdi namanya, Kalau ia bergerak Roh Hayati namanya, Kalau ia dilahirkan Roh Hayawani namanya, Kalau ia menyusu Roh Nafsani namanya, Kalau ia berbicara Roh Insani namanya, Kalau ia mempunyai akal Roh Nurani namanya, Kalau ia sampai umur Roh Ruhani namanya, Kalau ia setengah umur Roh Rahmani namanya, Kalau ia berumur 40 tahun Roh Jamali namanya, Kalau ia sudah tua Roh Kulli namanya, Kalau ia mati (mengenal perkataan ma’nawi dari pada mati) Roh Ma’nawiah namanya, Kalau ia di dalam kubur Roh Rabbani namanya, Kalau ia bangun dari kubur Roh Illahiyah namanya, Mengenal salah satu dari semua itu Roh Ruhul Arwah namanya, maka segala galanya ini dengan perintah dari RUHUL QUTUB, dan bernama ROH IDHAFI dan bernama ROH ‘ULWI dan bernama WUJUD IDHAFI dan WUJUD ‘AAMI
----------------------------------------
49) Adapun insan itu asalnya daripada Zat karena haqiqat pada wujudnya, dan haqiqatnya itu esa dengan Zatnya, akan tetapi zahir Zat itu dengan Sifat dan Asma’ dan Af’al
----------------------------------------
50) Maka Zat itu bernama (Wahdah) dan (Wahdah) itu zahir pula dengan (Wahdahniah) dan (Wahdahniah) itu zahir pula dengan (Wahdiah)nya, maka Zat itu bernama (Alam Ruh) dan (Alam Misal) dan (Alam Ijsam) dan (Alam Insan) maka insanlah kesudahan dari martabat yang tujuh itu
----------------------------------------
51) Tatkala NUKTAH itu duduk didalam belum Zaratul Qalimuhum namanya, dan tatkala keluar daripada belumnya itu (seNuktah Awal ) namanya, dan tatkala turun kepada bapak duduk sama tengah kepala bapak kita itu (Mahmud) namanya, dan tatkala sehari dikandung oleh bapak kita itu maka turun pula kepada dahi bapak kita itu (Qiblatul Awal) namanya, dan tatkala tiga hari turun pula kepada mata bapak kita itu (Nurul Awal) namanya, dan turun pula kepada rahim ibu kita empat puluh hari dikandung ibu kita (Alqah) namanya, dan sampai tujuh bulan dikandung oleh ibu kita (Mudhograh) namanya, dan sampai pula lapan bulan dikandung ibu kita (Hiula) namanya, maka masuklah (Insan) namanya (Muhammad) pun namanya jua
----------------------------------------
52) Pada waktu Subuh dan waktu Zohor itu keluar daripadanya huruf ALIF, Nabi Allah Ibrahim, cahayanya merah, asalnya daripada Alqah, yakni dari daging segumpal, rakaat yang empat itu sebab Tajali Wujud, Ilmu, Nur, Shuhud
----------------------------------------
53) Dan adapun pada waktu Asar itu keluar daripadanya LAM, Nabi Allah Yunus, asal daripada Mudhograh, yakni daging segumpal, cahayanya kuning, rakaat yang empat itu sebab Tajali Api, Angin, Air, Tanah
----------------------------------------
54) Dan adapun pada waktu Maghrib itu keluarnya daripada HA, Nabi Allah Isa, cahayanya hijau, asal daripada Azhimah, yakni Tulang, Kulit, Roma, rakaat yang tiga ini sebab Tajali Ahadiah, Wahdah, Wahdiah
----------------------------------------
55) Dan adapun pada waktu Isyak itu keluarnya daripada MIM, Nabi Allah Musa, cahayanya hitam, asal daripada Hiuala, yakni rupa lembaga Nabi Allah Adam, rakaat yang empat itu sebab Tajali Wadi, Mazi, Mani, Manikam
----------------------------------------
56) Dan adapun pada waktu Subuh itu keluarnya daripada DAL, Nabi Allah Adam, cahayanya putih, asal daripada Nuthfah yakni Air Mani, rakaat yang dua itu sebab Tajali Zat dan Sifat
----------------------------------------
57) Tatkala sempurna kejadian insan itu maka keluar Nafasnya itu apa kerjanya dan tatkala ia masuk itu apa kerjanya, maka tatkala ia keluar itu kerjanya Meliputi Alam dan tatkala ia masuk itu kerjanya Memenuhi Alam
----------------------------------------
58) Dan tatkala ia keluar itu bertemu dengan apa dan tatkala ia masuk itu bertemu dengan apa, maka adapun tatkala ia keluar itu Bertemu Dengan Rahman dan tatkala ia masuk itu Bertemu Dengan Rahim
----------------------------------------
59) Dan tatkala ia keluar itu apa yang dinyatakan olehnya dan tatkala ia masuk itu apa yang dinyatakan olehnya, maka adapun tatkala ia keluar itu menyatakan dirinya Sifat Zat dan takala masuk itu menyatakan dirinya Zat yaitu dengan segala Sifat Qadim, Biwujudlillah yaitu Sifat Ma’ni dan Sifat Zat itu Wujud
----------------------------------------
60) Takala ia keluar itu kira kira satu hasta jauhnya ataupun satu jengkal jauhnya ataupun enam jari jauhnya ataupun empat jari jauhnya apa namanya itu, maka adapun tatkala keluar satu hasta itu Nafas namanya dan tatkala satu jengkal itu Tanafas namanya dan tatkala enam jari itu Ampas namanya dan tatkala empat jari itu Nufus namanya
----------------------------------------
61) Maka adapun tatkala ia keluar satu hasta jauhnya itu apa cahayanya dan tatkala satu jengkal itu apa cahayanya dan tatkala enam jari apa cahayanya dan tatkala empat jari itu apa cahayanya, dan adapun tatkala ia keluar satu hasta itu cahayanya Kuning dan tatkala satu jengkal itu cahayanya Putih dan tatkala enam jari itu cahayanya Merah dan tatkala empat jari itu cahayanya Hitam
----------------------------------------
62) Bagaimana cahaya yang Kuning itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Putih itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Merah itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Hitam datang ia daripada tempat yang mana, maka adapun cahaya yang Kuning itu datang ia daripada Jantung dan cahaya yang Putih itu datang ia daripada Hati dan cahaya yang Merah itu datang ia daripada Buah Kayu Sanubari dan cahaya yang Hitam itu datang ia daripada hempedu
----------------------------------------
63) Dan adapun Nafas yang keluar masuk itu Lima bagian sebelah Kanan dan sebelah kiri dan adapun sebelah kanan itu satu keluar sebelah atas dan satu keluar sebelah bawah dan satu keluar sama tengah, maka adapun ia keluar sebelah atas itu putih rupanya dan apabila ia keluar sebelah bawah hitam rupanya dan apabila ia keluar sebelah kanan kuning rupanya dan apabila ia keluar sebelah kiri merah rupanya
----------------------------------------
64) Maka jikalau kita duduk dirumah keluar nafas kita itu sebelah kanan melainkan laki-laki yang merah kulitnya datang kepada kita, jikalau ia membawa jenis barang makanan yang dibawanya kepada kita itu dengan warna merah rupanya
----------------------------------------
65) Dan jikalau keluar nafas disebelah kiri kita itu jikalau perempuan yang datang kepada kita itu melainkan rupanya kuning, maka barang yang dibawanya itu pun kuning jua
----------------------------------------
66) Dan jikalau nafas kita itu keluar disebelah atas melainkan laki-laki yang putih kuning kulitnya yang datang kepada kita, maka jikalau ia membawa jenis barang kepada kita dengan warna putih ataupun sebagainya
----------------------------------------
67) Demikian lagi jikalau nafas kita keluar disebelah bawah melainkan laki-laki yang hitam kulitnya datang kepada kita, maka jikalau ia membawa jenis barang makanan itu dengan rupanya hitam warnanya
----------------------------------------
68) Demikian juga kalau nafas kita keluar itu terpecah dua ataupun tiga melainkan alamatnya datang orang kepada kita dua ataupun tiga orang
----------------------------------------
69) Demikian juga jikalau nafas kita yang sama tengah itu keluar halus seperti jarum rasanya inilah yang amat baik, yakni Ketika Selamat namanya
----------------------------------------
70) Dan demikian jikalau nafas kita itu keras rasanya disebelah kanan maka tiba-tiba datang orang itu kepada kita membawa khabar hal yang tidak baik
----------------------------------------
71) Maka orang itu duduk disebelah kiri kita, maka nafas kita pada masa itu keras sebelah kanan kita, maka khabar orang itu dusta belaka
----------------------------------------
72) Maka jikalau ia duduk disebelah kira maka nafas kita pun keras disebelah kiri juga, maka khabar itu nyatalah sungguhannya, tiada ia berdusta sama sekali
----------------------------------------
73) Tatkala nafas kita keluar itu Jibril namanya dan tatkala masuk itu Jibrail namanya, dan waktu yang mana dinamakan Jibrail dan waktu yang mana dikatakan Jibril, adapun waktu ia membawa firman Tuhan kepada hambanya inilah dinamai Jibrail dan waktu ia menerima puji hambanya itu serta membawa mengadap Tuhan nya inilah dinamai akan dia Jibril
----------------------------------------
74) Tatkala nafas kita itu keluar disebelah kanan Jibrail namanya dan takala ia masuk itu Mikail namanya dan takala ia keluar disebelah kiri itu Israfil namanya dan takala ia masuk Izrail namanya, dan adapun Istana Nafas itu didalam Otak, inilah yang bernama Ruhul Nafsi cahayanya putih
----------------------------------------
75) Dan adapun perbedaan Ruh dengan Nafas itu berlainan, yakni nafas itu keluar dan masuk, dan adapun Ruh itu tiada keluar dan tiada masuk, tetapi Ruh itu pergi datang pada Jalan Bathin, Yakni diibarat seumpama kita masuk pada Alam Khayal dan Alam Misal, seperti kita melihat saudara di negeri yang jauh terbang ke udara dengan tiada bersayap
----------------------------------------
76) Demikianlah sabit Hayyat itu adanya, tiada ada didalam dan tiada diluar dan tiada diatas dan tiada dibawah karena kita ini tempat menerima Tajali Tuhan jua adanya
----------------------------------------
77) Maka diri yang Bathin itulah nyawa kita maka tiadalah dapat kita lihat dengan mata kepala kita karena tidak ada warna padanya akan tetapi kita ketahui diri yang Bathin itu kenyataannya pada diri yang Zahir jua
----------------------------------------
78) Tatkala kita lihat sifat yang Zahir itu seperti hidup dan tahu dan kuasa dan berkehendak dan mendengar dan melihat dan berkata-kata dan gerak dan diam itulah nyata pada diri kita yang Zahir, itulah sifat diri kita yang Bathin
----------------------------------------
79) Maka tatkala itu kita lihat nyata pada diri kita yang Zahir sifat diri kita yang Bathin itu tiada didalam dan tiada di luar dan tiada di atas dan tiada di bawah dan tiada di kiri dan di kanan melainkan hendaklah kita ketahui dengan yakin bahwa ada diri kita yang Bathin itulah Nyawa kita, yakni bayang-bayang Sifat Tuhan
----------------------------------------
80) Maka adalah kelakuan Sifat Tuhan itu nyatalah pada diri kita yang Bathin dan bagaimana kelakuan sifat diri kita yang Bathin itu nyata pada diri kita yang Zahir, maka jikalau kita hendak melihat kelakuan diri kita yang Bathin melainkan hendaklah kita masuk kepada Alam Khayal ataupun Alam Misal melainkan dapatlah kita melihat kepada kenyataan Sifat Tuhan
----------------------------------------
81) Apabila sudah faham yang demikian itu maka kita ketahuilah hidup Badan itu dengan sebab hidup Nyawa dan tahu Badan itu dengan sebab tahu Nyawa dan kuasa Badan itu dengan sebab kuasa Nyawa dan berkehendak Badan itu dengan sebab berkehendak Nyawa dan mendengar Badan itu dengan sebab mendengar Nyawa dan melihat Badan itu dengan dengan sebab melihat Nyawa dan berkata-kata Badan itu dengan sebab berkata-kata Nyawa dan gerak diam Badan itu dengan sebab gerak diam Nyawa
----------------------------------------
82) Maka apabila engkau sudah faham seperti yang tersebut itu engkau akan mengetahui hidup Nyawa itulah tempat menzahirkan hidup Tuhan dan tahu Nyawa itulah tempat menzahirkan ilmu Tuhan dan kuasa Nyawa itulah tempat menzahirkan Qudrat Tuhan dan berkehendak Nyawa itulah tempat menzahirkan Irradat Tuhan dan mendengar nyawa itulah tempat menzahirkan Sama’ Tuhan dan melihat Nyawa itulah tempat menzahirkan Bashar Tuhan, berkata-kata Nyawa itulah itulah tempat menzahirkan Qalam Tuhan dan berkata-kata yang tujuh itu pada diri kita yang bathin itu seperti nyatalah sifat diri kita yang Bathin dan diri yang Bathin itu sepertilah pada diri kita yang Zahir ini
----------------------------------------
83) Maka engkau ketahuilah dan engkau kenalilah bahwa diri kita yang Bathin itulah Nyawa kita tempat nyata Sifat Tuhan dan diri kita yang Zahir ini tempat tempat nyata Sifat diri kita yang Bathin, maka janganlah engkau cari Tuhan mu itu tempat yang lain pada diri kamu sendiri, maka itu sangat nyata karena sekalian alam ini seperti keadaan engkau jua, tetapi nyata Tuhan mu itu pada diri kamu itu terlebih nyata daripada yang lain karena manusia itu tempat menerima dan menzahirkan SifatNya dan Asma’Nya dan Af’alNya
----------------------------------------
84) Sifat pun Sifat Zat, Asma pun Asma Zat dan Af’al pun Af’al Zat, Qadim keempat-empat itu Esa pada pihak tanazul dan taqarop inilah rahasia orang yang mengenal diri yakni kenal diri yang Zahir dan diri yang Bathin itu tiada mempunyai wujud pada haqiqatnya segala sifat yang tersebut itu sekali-kali melainkan menjadi menghantar kepada bukan tempatnya untuk menjatuhkan hukum, taklik di atas hambanya yang mengerjarkan amar dan nahi maka jadilah wasilah ma’rifat kita pada tiga martabat, Pertama kenal diri yang Zahir dan kedua kenal diri yang Bathin dan ketiga kenal Tuhan
----------------------------------------
85) Maka apabila sudah engkau faham segala yang tersebut itu, melainkan hendaklah engkau meng Esa kan dan menSyahadatkan dan Mujahadah dan Murakabah dan Muqabalah dengan Tuhan mu itu pada dirimu karena ianya jua adanya
----------------------------------------
86) Permulaan nyata pada kita melainkan hendaklah kita senantiasa hadir hati kita kepada Tuhan kita itu jangan sekali-kali lalai baik dalam keadaan duduk dan berjalan dan gerak dan diam kita dan barang sebaginya, maka segala hal tersebut itu berlaku atas diri kita, karena semua perintah Tuhan itu berlaku atas hambanya
----------------------------------------
87) Maka perintah itu adakalanya baik dan adakalanya jahat dan adakala nikmat dan adakalanya rahmat, maka jatuh perintahnya itu diatas hambanya, melainkan wajiblah diatas hamba itu membayar haknya tatkala datang nikmat diatas kita melainkan wajiblah membayar hakNya dengan segera karena kita anugerah daripadaNya
----------------------------------------
88) Maka apabila datang bala diatas kita maka kita pandang dengan haqiqat bahwa bala itu daripadaNya jua, maka wajiblah atas kita membayar hakNya dengan sabar dan redha serta taat
----------------------------------------
89) Maka tatkala datang kebajikan diatas kita maka kita pandanglah kebajikan itu daripadaNya jua, maka wajiblah diatas kita membayar hakNya dengan segera karena semuanya itu adalah anugerahNya
----------------------------------------
90) Maka tatkala datang kejahatan maksiat atas kita maka kita pandang dengan mata hati kita ianya jua yang menjadikan maksiat itu diatas hambanya melainkan wajiblah diatas kita membayar hakNya dengan perbanyak Astaghafirullah Alazhim serta kita minta ampun dan kita minta berlindung kepadaNya jua karena ianya jua yang menjadikan segala jenis yang tersebut itu melainkan ianya jua yang mengampunkan dosanya kita melainkan Ianya jua Tuhan mengasihi akan hambaNya, maka jika tiada hal yang demikian itu niscaya sia-sialah hidup kita dalam dunia ini melainkan menyesalLah kita dalam akhirat dengan tiada berguna lagi karena sekaliannya itu kembali kepada mu jua, baik dan jahatnya
----------------------------------------
91) Maka dari itu ingatlah bahwa Bismillah itu ialah yang bernama Aku atau nyawa Muhammad, Bermula Muhammad itu nyawa manusia, adapun manusia itu tempat tajali Qudrat dan Iradat Tuhan
----------------------------------------
92) Maka segala nyawa manusia itu didalam Qolbi dan bermula Qolbi itu Jantung yakni Rumah Qolbi dan bermula Jantung itu Rumah Nyawa dan bermula Rumah Nyawa itu ialah Aku tetapi Aku itu didalam Qolbi seperti firman Allah "Wa Fi Am Pusakum Apala Tubsirun" Yakni bukankah Aku itu didalam diri kamu mengapa tidak kamu lihat
----------------------------------------
93) Dan bermula Qolbi itu yang bernama HA, bermula yang bernama HA itu Hati, bermula Hati itu ialah bernama Muhammad, maka Nyawa kita dan Sirr kita pada Muhammad dan adapun HU itu ia sendiri tiada sekalianNya
----------------------------------------
94) Maka firman Allah Taala Kun Fayakun maka jadilah Nur Muhammad di dalam Nur Allah Taala setelah lengkap jadi Nur Muhammad, maka Allah pun ghaib didalam Nur Muhammd maka Nur Muhammad pun menilik keelokan dirinya Lam Jalalah maka keluarlah nyawa sekalian alam ini
----------------------------------------
95) Yakni terpancarlah kenyataan Nurnya itu diibarat seperti lampu yang sangat terang maka jika ditatap lampu itu dengan satu tatapan raga yang dibalut dengan kertas berbagai macam warnanya maka cahaya lampu itu akan terpancar pada lobang raga, maka apabila koyak satu kertas pada lobang raga itu niscaya hilanglah cahayanya kembali kepada lampunya
----------------------------------------
96) Maka Nur Muhammad itu ghaib ia pada sekalian badan hamba Allah Taala yang mukmin, yakni bersama dengan cahaya lampu yang terpancar kepada lobang raga yang tersebut dahulunya, dan adapun Hati itu bermula dari Sirr yang Latif di taruhkan Allah Taala bagi manusia di dalam dada pada lambung kiri dan dibungkus dengan daging segumpal serta kenderaan tiap-tiap anggota jasad itu tentaranya adalah Hati karena Hati itu adalah Raja baginya dan Raja itu dua muka
----------------------------------------
97) Satu muka menilik kepada Dirinya dan satu muka menilik kepada Tuhan, maka muka yang awal itu ada di dalam matanya segala rupa Akuan, dan mata Hati itu ialah Akal dan selama Akal itu dibawah perintah Akuan maka Hati itu ditawannya hingga apabila hilang perintah Akuan daripadanya
----------------------------------------
98) Maka hilanglah Akal yang bertambah itu dan zahirlah bekasnya yang ghaib bercahaya dan cahayanya itulah yang dinamakan Nur Ma’rifat, maka meniliklah engkau dengan Nur Ma’rifat yang ditaruhkan didalam Bathinmu itu yaitu mata yang halus dan telah datanglah yang Haq dan hilanglah yang Bathil
----------------------------------------
99) Adapun HA itu daripada Hati dan jika Sirr pun daripada Hati jua karena inilah dikatakan bahwa tatkala Hati itu condong kepada segala keinginan dunia seperti makanan, lemak manis ataupun barang sebagainya, maka tatkala itu dinamai Nafsu dan apabila Hati itu condong kepada segala kebaktian dunia dan akhirat ibadatlah namanya
----------------------------------------
100) Dan tatkala Hati itu birahi kepada Allah Taala syah akan pertemuan itu maka dinamailah ia Ruh, dan tatkala Hati itu memancarkan sesuatu Akal namanya, dan Budi pun namanya, dan tatkala Hati itu mengetahui dirinya itu baik dan jahat dan sakit Hati Yang Halus namanya dan tatkala ia berkehendakan kepada sesuatu Nafsu namanya dan tatkala ia mengetahui Hamba dan Tuhan Qolbi Zarah namanya dan Cermin Ikhlas pun namanya
----------------------------------------
101) Dan Tatkala ia mengesakan Allah Taala Tauhid namanya dan Perisai pun namanya dan tatkala ia melihat Kebesaran Ma’rifat namanya dan Arash pun namanya dan tatkala ia sudah mengetahui Zat dan Sifat dan Asma dan Af’al Ummi Kitab namanya dan Nur pun namanya dan tatkala ia mengetahui Tuhan lengkap sekalian alam tetap dengan Zat dan Sifat yaitu sekalian alam kepada Tuhan Ma’rifat Nur namanya dan Ahadiah Takdir pun namanya
----------------------------------------
102) Dan tatkala ia tetap Ma’rifat dan Tauhidnya Lufh namanya dan Qalamul U’lia pun namanya dan takala ia sudah mengetahui didalam ghaib Qalamul Arash namanya dan Qalam Naps pun namanya dan takala ia tetap ketika didalam ghaib dengan Heran serta tercengang-cengang Iradat namanya dan Qudrat pun namanya dan Rahsia pun namanya
----------------------------------------
103) Takdir Rahasia itu mengembalikan Amanah Kepada Yang Empunya Amanah Amanat namanya dan tatkala ia sudah mengetahui didalam ghaib hamba yang menanggung Amanah heranlah ia akan dirinya Tercegang-cengang Amanat namanya dan Khazaan pun namanya dan tatkala ia mengetahui tubuh dan dirinya Kunhu namanya dan tatkala ia mengetahui keadaan dirinya ada sekalian alam umpama banjir ditengah pasir ataupun seperti sebuah sampan atau perahu di tengah laut Kunhu Kazal namanya dan Qolbi Mukmin pun namanya
----------------------------------------
104) Barang siapa yang bertanya dari mana datangnya ilmu ini sama dengan menanyakan dari mana datangnya Al Quran itu sendiri, jika bingung silahkan anda rujuk langsung ke Allah karena hanya Allah saja yang maha benar yang lain semuanya salah
----------------------------------------
105) dilihat mata buta, didengar tiada suara, diraba tiada rasa, maka kenali diri rata-rata, baru kenal tuhan yang nyata
----------------------------------------
106) Sebagai penutup, sesungguhnya kesempurnaan adalah suatu yang sulit tercapai, dan untuk mencapainya adalah perkara yang sungguh sangat berat, maka barang siapa yang mendapati aib pada Risalah ini segeralah untuk menutupinya, dan barang siapa yang mendapati kekurangan, segeralah menyempurnakannya, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan
----------------------------------------
107) Hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan, dan kepadaNya kita menyandarkan diri. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Semoga shalawat beserta salam dan barakah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya, dan juga keselamatan yang banyak. Wal hamdu lillahi robbil ‘alamiin
----------------------------------------
Disusun oleh : Al Alamah Al Aribillah Al kurtubi Al jandai As Syeh yang dipertuan Agung Abah tuak ilahi Al indragiri

[MATI DALAM HIDUP]

بسم الله الرحمن الرحيم
MATI DALAM HIDUP
"""""""""""""""""""""""""""""""""
Hidup ini hanyalah sekejapan mata, lebih cepat dari pada cepatnya sekelebatan pedang. Hidup di dunia hanya untuk mampir minum, saat orang melakukan perjalanan panjang.
------------------------------------------------------------------------
Dunia itu kecil, bahkan amat sangat kecil. Dunia bisa dimasukkan ke hati seseorang, bila hati orang itu disemayami Tuhan. Tuhan itu dhohir (nyata), tidak Maha gaib dan dalam manusia itu tersimpan rahasia-rahasia kegaiban.
------------------------------------------------------------------------
Semua yang ada dibumi, yang ada dihadapan manusia adalah wujud Allah.-> Itu semua adalah tajalli- Nya...Allah dan manusia saling bertajalli bila kasyaf telah tersibak.
------------------------------------------------------------------------
Mukhasafah dan musyahadah mukasyafah.. adalah ilmu tertinggi Allah untuk manusia yang di kehendaki-Nya. Dalam diri manusia dilembari bahan baku
------------------------------------------------------------------------
Saat Musa AS bertajalli pada Allah di Bukit Tursina adalah hakikat Allah haqqul – wujud Allah mengikuti manusia, menjadi mata, telinga, lisan, tangan dan kaki para hamba-Nya.
------------------------------------------------------------------------
Allah melebur dalam amanah di harta, istri / suami, anak, sawah, kebun dan pangkat/ derajat/ kemuliaan manusia. Milyaran cahaya yang ada di dunia adalah gerak- ilahi.
------------------------------------------------------------------------
Cahaya- cahaya itu adalah yang dhohir dan jelas serta bisa dinikmati manusia, tetapi seluruhnya tetap milik Allah.
------------------------------------------------------------------------
Rejeki, jodoh dan kemuliaan seseorang adalah garis–garis-Nya. Manusia berada dalam maksimalitas ikhtiar, dan keputusan terakhir tetap ada di Hakim Langit, akan tetapi, manusia harus berjuang sekeras-kerasnya agar panjang umur, kaya raya atau mendapatkan jodoh yang baik.
------------------------------------------------------------------------
Adam AS bertajalli di Arasy, Nuh AS di perahu, Isa AS di rahim Maryam, Yusuf AS di penjara dan Rosulullah SAW di Gua Hira, adalah hakekat bahwa Allah ternyata berada di tenggorokan manusia.
------------------------------------------------------------------------
Luasnya dunia tak lebih lebar dari rahim Maryam, perahunya Nuh AS atau luasnya Gua Hiro.
------------------------------------------------------------------------
Dunia itu sempit, asing, kotor dan kumuh, maka tugas Muhammad (yang ada di kita)-lah yang harus memperluas, membersihkan dan mensurgakan dunia ini. -> Bumi itu adalah tubuh kita. Dalam jasad (tubuh) ini, kita harus mati,
untuk hidup sesudah mati di keabadian yang tidak azali dalam bingkai cahaya Tuhan.
------------------------------------------------------------------------
Dunia adalah keranda kematian, sebagai kendaraan manusia yang mati tapi untuk hidup lebih panjang di pangkuan Tuhan (setelah mati dalam hidup).
------------------------------------------------------------------------
Bukit Thursina (tempat Musa AS bertajalli) adalah Puncak Sin (huruf Sin), karena THUR artinya Puncak.
------------------------------------------------------------------------
Musa AS adalah pengikut Muhammad (meski Musa AS lahir ribuan tahun sebelum Muhammad-Rosulullah), maka Musa AS bertajalli pada-Nya atas “restu” Rosulullah SAW.
------------------------------------------------------------------------
Dan SIN (dalam THURSINA itu) tiada lain adalah Muhammad-Rosulullah.
------------------------------------------------------------------------
Sedangkan Musa dan Muhammad hakekatnya berada lekat di ruh kita semua.-> Maka itu, kita semua harus terus menerus bertajalli pada Allah, sebagaimana Musa bertajalli di Bukit Thursina dan Rosulullah bertajalli di Gua Hira’.
------------------------------------------------------------------------
Saudaraku,
hidup hanya sekedipan mata, dunia ini sempit dan bisa dimasukkan ke hati kita, semua yang kita punya adalah amanah Allah, jabatan/ harta/ anak/ istri/ suami/ dll hanyalah fatamorgana, dan tujuan kita hidup adalah asyik di PANGKUAN TUHAN.
------------------------------------------------------------------------
Padang spiritualitas, itulah yang sedang kita lewati.
Kita mandi cahaya di danau spiritual. Cahaya Ilahi kita balurkan ke seluruh tubuh ruhani kita. Kita berenang di samudera bintang-gumintang yang berkerlap-kerlip membasahi terangnya ruh, jiwa dan aura kita.
------------------------------------------------------------------------
Saudara-saudariku,
di wejangan (untuk diri sendiri) ini, saya hanya berpesan dan berwasiat (kepada diri sendiri), bahwa kehidupan di dunia ini, kita, sesungguhnya tidak ada. Yang ada dalam hidup kita ini adalah/hanyalah asma’ ‘adhom Allah semata.
------------------------------------------------------------------------
Harta/pangkat/jabatan/gelar/anak/istri/suami/rumah mewah/kebun/mobil mahal dan apapun yangkita punya, hakekatnya hanyalah pantulan se-per-sekian trilyun Cahaya Allah. -> Itu semua adalah garis-garis yang telah dipatri Allah di Lauhil-Mahfudz.
------------------------------------------------------------------------
Kita punya rencana/bisa, Allah punya kuasa. Tapi... Allah sangat bangga pada manusia yang keras berikhtiar untuk merubah nasibnya. Karena, Allah menyukai manusia yang berhsil/ jaya menguasai dunia. -> Dunia tempat kita harus mati dalam hidup.
------------------------------------------------------------------------
Hidup kita adalah menuju kesempurnaan. Tidaklah seseorang menjadi sempurna bila tidak mengenal dirinya dan tidak mengetahui asal-muasal kejadian awal penciptaan (alam dan dirinya) oleh Allah SWT.
------------------------------------------------------------------------
Apa sesungguhnya yang Allah SWT ciptakan paling awal?.
Simaklah perkataan Abdullah bin Abbas : “YaRosulullah, apa yang paling awal (mula-mula) Allah SWT ciptakan?”.
------------------------------------------------------------------------
Rosulullah SAW menjawab: Sesungguhnya sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, Dia ciptakan Nur (cahaya) nabi-mu.
------------------------------------------------------------------------
Roh Nabi (Nur Muhammad) adalah yang paling awal diciptakan, sebagaimana kata Syech Abdul Wahhab Sya’roni: Bahwa Tuhan menjadikan Nabi Muhammad SAW dari Zat-Nya dan menjadikan ruh alam semesta dari NUR MUHAMMAD.
------------------------------------------------------------------------
Maka nyatalah bahwa Allah SWT menciptakan ruh alam semesta adalah dari Nur Muhammad. Dan Allah menjadikan “batang” tubuh adalah dari Adam, sebagaimana sabda Rosulullah SAW:
Aku adalah BAPAK dari segala ruh dan nabi Adam adlah BAPAK dari seluruh “batang” tubuh
------------------------------------------------------------------------
Dan bahwasanya juga Nabi Adam diciptakan dari tanah, seperti Firman Allah SWT : Aku jadikan manusia (ADAM) dari tanah (dan tanah itu dijadikan dari Nur Muhammad)
------------------------------------------------------------------------
Setelah kita menyakini bahwa kita tercipta dari NUR MUHAMMAD dan “batang” tubuh kita dari ADAM, maka masukkanlah NUR MUHAMMAD dan ADAM itu ke roh kita, maka Inshaa Allah, kita akan melihat makrifat ZAT WAJIBUL WUJUD kita yang suci (dengan sendirinya).
------------------------------------------------------------------------
Tubuh kita, yang terdiri dari NUR MUHAMMAD dan ADAM , dan kita, dalam wujud kasar, tentu tak dapat “melihat” Allah karena kefanaaNya.
------------------------------------------------------------------------
Tak ada jalan lain, kita dapat melihat ALLAH tentu harus dengan NUR MUHAMMAD. -> Dengan kita selalu mewujudkan NUR MUHAMMAD dalam diri kita, maka ALLAH akan selalu dalam diri kita maka akan terkuaklah rahasia dan hakekat pengasih, penyayang, mendengar, berkehendak; yang datang dari NUR MUHAMMAD itu, sebagaimana Firman Allah SWT:
Sesuatu yang datang padamu, yaitu HAQ, itupun dari Allah yaitu NUR.
------------------------------------------------------------------------
Betapa tingginya maqom (stasiun hati) di atas, yang telah dicapai para nabi/rasul Allah dalam mengenal Allah (makrifatullah) sehingga menenpatkan derajat kedekatan (al-qurb) dan penyatuan (al-wishol) mereka pada-Nya. Namun hal tertinggi dalam maqom itu tetap ada pada Rosulullah SAW (Nur Muhammad), sebagaimana yang termaktub dalm Hadits Qudsi; yang artinya:
“Aku jadikan ENGKAU karena AKU. Dan Aku jadikan seluruh alam Semesta ini dengan kebesaranmu ya Muhammad…..”
------------------------------------------------------------------------
Sabda Rosullah SAW:
Aku dari Allah dan seluruh orang mukmin adalah dari aku.
------------------------------------------------------------------------
Oleh karena kebesaran NUR MUHAMMAD maka seluruh manusia hendaklah meyakini dan menghayati keagungan CAHAYA MAHA CAHAYA MUHAMMAD tersebut. -> Jadikan ia sebagai pegangan dalam menjalani rel hidup guna menghindarkan diri dari segala dosa dan maksiat. Sehingga, kita bisa menemukan HAKEKAT DIRI (Jati Diri), yang ber-selimutkan NUR MUHAMMAD.
------------------------------------------------------------------------
Syech Abdur Rauf berkata:
“hakekat JIWAberasal dari NUR MUHAMMAD yang merupakan SIFAT. HakekatSIFATyaitu ZAT-Nya yang BAQA;. ZAT ini bukan HAYYUN, akan tetapi GHAIRU.
------------------------------------------------------------------------
Sebagian jumhur ulama berkata;
~“Asal-muasal DIRI itu adalah ROH.
~Saat ROH berada dalam tubuh maka disebut JIWA.
~Saat ROH keluar-masuk disebut NAPAS.
~Saat ROH mempunyai kehendak, disebut HATI,
~Saat ROH menginginkan sesuatu, disebut NAFSU.
~Saat ROH memilih sesuatu, disebut IKHTIAR,
~Saat ROH percaya sesuatu disebut IMAN
~Saat ROH berbuat sesuatu, disebut AKAL.
------------------------------------------------------------------------
Adapun POHON AKAL disebut ILMU. Akhirnya, dalam ILMU inilah sesungguhnya JATI DIRI manusia bersemayam, letak ZAHIR (WUJUD- ALLAH dan SABDA RASULULLAH (NUR MUHAMMAD) “menyatu” dengan “diri” manusia.
------------------------------------------------------------------------
Piranti-piranti itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain dan yang meletakkan manusia sebagai makhluk TERMULIA di alam semesta raya ini.
------------------------------------------------------------------------
Simaklah sabda Rasulullah SAW:
Zahir (wujud) Tuhan itu dari batin hambaNYA.
Dhahir/wujud/ada-nya Allah SWT sesungguhnya bermula dari BATIN manusia.
Allah SWT mengikuti “persangkaan”dan kemauan si batin manusia sendiri.
------------------------------------------------------------------------
Simak juga Sabda Rasulullah SAW: Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.
------------------------------------------------------------------------
Dalam kita membahas hakekat JATI DIRI manusia, maka kita akan mengenal 3 hal, yaitu:
PERTAMA :
Kita harus mengetahui asal-muasal diri kita (yang telah dibahas terdahulu di atas)
------------------------------------------------------------------------
KEDUA :
Kita harus MEMATIKAN diri kita sendiri, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: Matikanlah (dirimu) sebelum kematian sendiri.
------------------------------------------------------------------------
TAFSIR:
Pengertian MEMATIKAN di atas, mengandung hakekat agar kita
WALA QADIRUN,
WALA ‘ALIMUN,
WALA HAYYUN,
WALA MURIDUN,
WALA SAMI’UN,
WALA BASYIRUN,
WALA MUTAKALLIMUN
(Tidak Kuasa, Tidak Mengetahui, Tidak HIdup, Tidak Berkehendak, Tidak mendengar, Tidak Melihat, Tidak Berkata-kata).
------------------------------------------------------------------------
Bahwa kita “mati”, tidak mampu berbuat apa-apapun. Kita “nol”/”kosong”/”tak berdaya apa-apa”. Yang BERKUASA, MENGETAHUI, HIDUP BERKEHENDAK, MELIHAT, MENDENGAR, dan yang BERKATA hanya Tuhan.
------------------------------------------------------------------------
Hakekatnya, manusia telah FANA’ dalam wujud dan maujud Tuhan (AHADIAYAH) melalui ILMU, yang DHAHIR TUHAN dan SABDA Rasulullah saw (nur muhmmad) “MENYATU” DALAM DIRI MANUSIA (BERSAMA Tuhan). Dalam ilmu akan QADIM segalanya.
------------------------------------------------------------------------
KETIGA:
Kita harus menghayati SIRR TUHAN (masuk dalam RAHASIA ALLAH) -> Maqom al Wishal, dalam wujud Tuhan (bersama manusia).
------------------------------------------------------------------------
Penghayatan ini haruslah diketahui dengan benar agar kita tidak terjerumus dalam dosa.
Untuk mencapai SIRR ALLAH harus tidak ada dosa.
------------------------------------------------------------------------
Dan pula harus menggunakan ILMU, puncak dari segala puncak untuk makrifatullah (sirr Allah) antara kita dan Allah SWT.
------------------------------------------------------------------------
Sebagaimana Firman Allah SWT.: Manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah rahasia manusia.
------------------------------------------------------------------------
Firman Allah SWT:
Manusia adalah rahasia-Ku, dan rahasia-Ku adalah sifat-Ku, tiada lain dari-Ku
------------------------------------------------------------------------
Dalam SIRR TUHAN maka apa-apa yang dilakukan manusia:
napasnya, kehendaknya, hatinya, gerak kaki/tangannya, perkataannya dan seluruh perbuatannya adalah irodah dan qadiran (kehendak dan kuasa) Tuhan, sebagai wujud ahadiyah manusia dan Tuhan.
------------------------------------------------------------------------
Seperti Firman Allah SWT :
"Dan Dia selalu bersamamu sekalian".
------------------------------------------------------------------------
Tuhan bersamamu seakan/bagaikan warna-hitam dan putih pada mata manusia. Tuhan selalu bersama yang NAMPAK dalam alam semesta ini, seperti Sabda Rasulullah SAW.:
"Barang siapa melihat sesuatu maka dilihatnya Tuhan di dalamnya".
------------------------------------------------------------------------
Sayyina Abu Bakar RA berkata:
Tiada aku melihat sesuatu kecuali aku melihat Tuhan (disitu) sebelumnya.
------------------------------------------------------------------------
Sayyidina Utsman Bin Affan RA berkata: Tiada aku melihat sesuatu dan aku melihat Tuhan bersamanya.
------------------------------------------------------------------------
Dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA juga berkata:
Tiada aku melihat sesuatu dan aku melihat Tuhan padanya.
------------------------------------------------------------------------
Dari dalil-dalil di atas, nyatalah bahwa hakekat segala sesuatu yang terlihat di alam semesta, Tuhan selalu ada bersamanya. Tuhan selalu “menyatu” (intrinsik) dan inner dengan segala sesuatu yang nampak/dhahir.
------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya, “martabat” Tuhan terdiri atas 3 hal, yaitu:
1.AHADIYAT, yakni ZAT TUHAN.
2.WAHDAH, yakni SIFAT TUHAN.
3.WAHDANIYAH, yakni AF’AL TUHAN ( QODIM DAN AZALI ).
------------------------------------------------------------------------
Adapun “ martabat” alam (hamba / yang tercipta) terdiri atas 4 hal, yaitu :
1.ALAM RASUL
2.ALAM MISAL
3.ALAM AJSAM
4.ALAM INSAN
------------------------------------------------------------------------
Manusia ( Muhammad )adalah makhluk tuhan yang bermartabat di posisi WAHADIYAH, yakni berada pada AF’AL TUHAN, yang QADIM / AZALI (NISCAYA ).
Nama Muhammad adalah sesuatu yang suci dengan sendirinya karena ada AF’AL TUHAN
------------------------------------------------------------------------
Nama Tuhan dalam tubuh kita terwujud dalam kelima jari:
1.Kelingking adalah huruf ALIF.
2.Jari manis adalah huruf LAM AWAL.
3.Jari tengah adalah huruf LAM AKHIR.
4.Telunjuk dan ibu jari adalah huruf HA.
------------------------------------------------------------------------
Perlu diketahui bersama bahwa dalam diri manusia terdapat : ~NAPAS yang merupakan unsur ANGIN.
~TIDUR ( mati – kecil ) yang terjadi pada manusia adalah wujud AIR.
~DARAH Adalah unsur API.
------------------------------------------------------------------------
Nama Muhammad pada tubuh kita tetap terdiri dari 4 ( empat ) huruf juga, yaitu :
1.KEPALA adalah huruf MIM AWAL.
2.TUBUH dan TANGAN adalah huruf HA.
3.PINGGANG adalah huruf MIM AKHIR.
4.KAKI adalah huruf DAL.
.
(TUAK ILAHI)

Hakikat Al Fatihah

بسم الله الرحمن الرحيم

Hakikat S. Al Fatihah (I) - Manuskrip Tok Pramu
Ia Menyatakan DIRI

BISMILLAH..............
Menjadi ia diriNya AR-RAHMAN itu Ya Muhammad , engkau jua keadaan YA RAHIM itu. Ya Muhammad engkaulah kekasihKu. Tiada yang lain.

ALHAMDULULLAH.......
Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku. Yang memuji itu pun Aku. Alhamdulillah itu Ya Muhammad Solatmu ganti SolatKu tempat memuji DiriKu sendiri.

RABBUL ALAMIN................
Rabbul Alamin itu Aku Tuhan Sekalian Alam.

AR RAHMAN – AR – RAHIM...........
Ya Muhammad yang membaca Ftihah itu Aku yang Memuji itu pun Aku juga.

MALIKIYAU MID DIIN..............
Ya Muhammad Aku Raja Yang Maha Besar...engkaulah kerajaannya.

IYYA KANA’ BUDU................
Ya Muhammad yang solat itu Aku. Aku memuji DiriKu Sendiri..

WA IYYA KAA NAS TAA IIN....
Ya Muhammad tiada kenyataanKu jika engkau tiada...

IH DI NAS SII RATAL MUSTAAQIM...
Ya Muhmammad Awal dan Akhir itu Aku

SIRATAL LAZI NA AN AM TA ALAI HIM..
Ya Muhammad sebab Aku sukakan engkau ialah engkau itu kekasihKu.

GHAI RIL MAGHDU BI ALAI HIM..
Ya Muhammad Aku jadi Pemurah padamu kerana engkau itu kekasihKu

WA LAD DHAL LIN...
Ya Muhammad jika tiada Aku maka tiadalah engkau..

Ya Muhammad Rahsiamu itu Rahsia Aku.
Yakni yang disembah itu tiada suatu juapun didalamnya melainkan Tuhanku. Maka apabila Solat ghaiblah didalamnya . Apabila ghaib ESA-lah ia dengan Tuhannya.

Yang Solat itu tiada dengan lafaz dan maknanya dengan citarasa yang solat amat rapat kepada Zat Yang Esa dengan kata ALLA HU AKBAR.

Maka barangsiapa masuk didalam Solat tiada SERAH Tubuh dan Nyawa-nya maka kekallah Sifat dengan Tuhannya – tiada mengesakan dirinya dengan Tuhannya. Sabda Nabi saw :-


HAKIKAT S. AL FATIHAH (II) - Tuak Illahi
""""""""""""""""""""""""
Dalam memahami alam semesta cukup dengan memahami Kitab kebenaran, dan memahami kitab kebenaran cukuplah dengan memahami Al-Qur'an, dan memahami Al-Qur'an cukuplah dengan memahami Al-Fatihah,
dan memahami Al-Fatihah di mulai dengan memahami Baitullah yang tempatnya adalah di Qalbu yang ada dalam diri ..
------------------------------------------------------------------------
Awalnya engkau tidak memahami apa-apa dengan kata Biss, lalu disana ada Huruf Mim yang menyambung pada kata Allah dan jadilah :
بِسْمِ اللَّهِ 
bismillah.
------------------------------------------------------------------------
Awalnya adalah engkau terpisah seperti terpisahnya titik yang di bawa huruf BA',namun di penghujung ketika engkau memahami kebenaran dan melebur menjadi kebenaran,engkau berada di dalam cawan huruf BA' dan BA' telah menjadi NUN pada penghujung ayat ini yakni :
وَلَا الضَّالِّينَ
walaadhdhaalliin.
------------------------------------------------------------------------
Tujuh ayat di dalam Surah Al-Fatihah adalah menggambarkan tujuh lapis langit,tujuh lapis bumi,tujuh kali tawaf,dan yang utama adalah tujuh hijab yang ada dalam diri yang menghalangi jiwamu untuk menemukan Zat Allah atau Nur Ilahi .. Apakah itu Nur ? .. Inilah kandungan utama Kebenaran yang dijelaskan ayat demi ayat dalam Surah Al Fatihah ...
------------------------------------------------------------------------
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bismillah Hirrahman Nirrahim.
Menjadi ia diriNya AR-RAHMAN itu Ya Muhammad , engkau jua keadaan YA RAHIM itu. Ya Muhammad engkaulah kekasihKu. Tiada yang lain.
------
Ketika engkau telah memahami dengan kesadaran yang hakiki tentang Baitullah yang ada di dalam dirimu maka itu adalah hakikat huruf pertama pada ayat pertama (BA'),sehingga engkau disambungkan dengan huruf MIM yang bermakna ma'rifat (mengenal) Allah Hurrahman Nirrahim .. Dia lah yang ada di dalam dirimu yang kedekatanNya melebihi dekatnya urat lehermu,Dia lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ...
------------------------------------------------------------------------
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
alhamdu lillaahi rabbil aalamiina.
Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku. Yang memuji itu pun Aku. Alhamdulillah itu Ya Muhammad Solatmu ganti SolatKu tempat memuji DiriKu sendiri.Rabbul Alamin itu Aku Tuhan Sekalian Alam.
------
Jika engkau telah sedar,maka pujilah Dia dengan kesadaranmu,Dia lah yang meliputi sekaligus menguasai alam semesta .. makna puji adalah bukan semata ungkapan kalimat asma' ulhusnah,tapi lebih dari itu iaitu engkau terbangun jiwamu dalam kesadaran ber Tuhan .. olehnya engkau mengerti kerana mengalami .. apa pun lakon hidupmu semuanya bermakna pujian kepada Tuhan ...
------------------------------------------------------------------------
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
arrahmaanirrahiim.
Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku yang Memuji itu pun Aku jua.
------
Jiwa yang telah terbangun kesadaran,kini memasuki kesadaran lebih dalam lagi iaitu kesadaran RASA .. kesadaran rasa adalah mekar dari esensi cinta yang sesungguhnya,cinta adalah refleksi dari energi Kasih dan Sayang dari Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,semuanya mengalir dari dalam dirimu ...
------------------------------------------------------------------------
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
maaliki yawmiddiin.
Ya Muhammad Aku Raja Yang Maha Besar...engkaulah kerajaannya.
------
Akhirnya engkau menyerahkan segala urusan hidupmu kepada-Nya lantaran sadar jika Dia lah yang menguasai keseluruhan kehidupanmu,termasuk hari-harimu yang kini dan yang akan datang juga pada hari penentuan akan segala amal perbuatan (hari pembalasan) ..
------------------------------------------------------------------------
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iin.
Ya Muhammad yang solat itu Aku. Aku memuji DiriKu Sendiri..
Ya Muhammad tiada kenyataanKu jika engkau tiada.
------
Rasa yang mengalir dalan cinta darimu kepada-Nya begitu juga sebaliknya adalah tahap yang engkau capai ketika engkau telah memasrahkan segala kepada-Nya .. engkau menyembah Nya kerana cinta bukan lantaran ketakutan akan gambaran neraka dan siksa kubur .. sembahmu mengalir dalam setiap irama nafas juga detak nadimu .. engkau sadar dalam kesadaran .. apapun yang engkau lakukan engkau merasa bukanlah engkau yang melakukan,tetapi semuanya adalah Dia adanya ..segala kerana pertolongan-Nya ....
------------------------------------------------------------------------
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
ihdinaash shiraathaal mustaqiim.
Ya Muhmammad Awal dan Akhir itu Aku.
------
Dalam setiap irama hidup,engkau selalu memohon kepada-Nya agar sentiasa terbimbing dan menuju ke jalan yang benar .. pertolongan di sini akan mengalir dalam segala ilmu dari semua pengetahuan yang ada .. sehingga engkau menatap disetiap tapak pengetahuan dan menuju kepada pengetahuan tentang keabadian .. dan engkau juga mengerti tentang jalan yang benar iaitu ke FANA an yang sejati di mana dirimu telah hilang dari segala perhubungan selain Dia ... selanjutnya menuju Dia dan melebur dalam Dia .. itulah Tauhid yang sesungguhnya ....
------------------------------------------------------------------------
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
shiraathalladziina an’amta ‘alayhim ghayril maghdhuubi ‘alayhim walaadhdhaalliin.
Ya Muhammad sebab Aku sukakan engkau ialah engkau itu kekasihKu.
Ya Muhammad Aku jadi Pemurah padamu kerana engkau itu kekasihKu
Ya Muhammad jika tiada Aku maka tiadalah engkau..
------
Tauhid yang engkau harapkan adalah sebuah kurnia yang telah Dia berikan kepada para kekasih-Nya yang terdahulu .. dan engkau juga telah menjadi kekasih-Nya .. engkau telah menemukan sebuah titik sejati dari makna kebenaran ... dan itulah makna huruf NUN (Nur) di penghujung ayat terakhir surah Al-Fatihah ...
------------------------------------------------------------------------
Ya Muhammad kamu adalah RahasiaKu Dan adanya Aku ialah adanya Kamu Dan Kamu tiada lainnya, maka oleh Karena itu perkara ini adalah mengandung ma’na. zahir perkataannya agaknya dua tetapi hakikatnya adalah Satu Wujud Jua.
.
(TUAK ILAHI)